Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Selama Ini Disembunyikan, Ternyata Ini Alasan Pemakaman Suzanna Dibatasi dan Tertutup Rapat


Kepergian ratu horor Indonesia, Suzanna, yang sudah lebih dari satu dekade berlalu ternyata masih menyisakan kisah misterius. Sang aktris legendaris itu diketahui meninggalkan surat wasiat khusus untuk suaminya, Clift Sangra, namun isi surat tersebut sempat menjadi rahasia selama bertahun-tahun sejak kepergiannya pada 2008.

Kini, alasan mengapa pemakaman Suzanna digelar tertutup akhirnya terbongkar. Mengutip laporan Grid.ID, bahkan keluarga terdekat seperti anak dan kakak kandungnya tidak diizinkan melihat jenazahnya untuk terakhir kalinya. Situasi itu sempat menimbulkan kecurigaan publik, yang menuding Clift menyembunyikan sesuatu terkait kematian istrinya.

Namun dugaan itu akhirnya terbantahkan setelah Clift Sangra membeberkan kebenaran di acara Rumpi Trans TV pada edisi 19 Desember 2018. Dalam kesempatan itu, Clift untuk pertama kalinya mengungkap isi surat wasiat yang ditulis Suzanna pada tahun 2004.

Isi surat tersebut berbunyi:

“Agar supaya nanti saat meninggal dunia tidak merepotkankeluarga dan orang lain.

Saya menunjuk suami saya Clift Andro Natalia untuk menangani segala urusan yang berkenaan dengan pemakaman diri saya, karena itu saya mohon kepada keluarga saya atau siapa pun tidak usah ikut campur dalam urusan pemakaman saya.

Cukup urusan pemakaman saya atau kematian saya ditangani oleh suami saya dan kalau sekiranya dibutuhkan melibatkan seorang dokter guna keperluan visum serta perangkat kerukunan lingkungan, pula saya nyatakan bahwa saya tidak berkenan kematian saya diadakan upacara keluarga apalagi jenazah saya sampai ditaruh di peti mati dan dipertontonkan."

Suzanna menulis pesan itu bukan tanpa alasan. Ia ingin dikenang sebagai sosok cantik dan anggun seperti dalam film-filmnya, bukan sebagai tubuh kaku yang terbujur dalam peti.

Ternyata, selain surat tahun 2004, Suzanna juga menulis surat wasiat kedua pada tahun 2007 yang berisi pembagian harta peninggalannya. Dalam surat itu, seluruh aset baik bergerak maupun tidak bergerak, termasuk deposito, diberikan kepada Clift Sangra dan putra mereka, Rama Yohannes.

Salah satu bagian surat itu berbunyi:

“Untuk anak saya Kiki Maria, dengan ini saya menyatakan bahwa dirinya tidak berhak mewariai harta kekayaan peninggalan saya yang masih ada pada saat saya meninggal dunia baik benda bergerak maupun benda tetap seperti deposito-deposito maupun bangunan rumah tinggal di lokasi dan apapun wujudnya.”

Suzanna disebut menulis keputusan itu karena ingin memberi pelajaran kepada putrinya, Kiki Maria, agar lebih menghormati ibunya. Ia bahkan menegaskan bahwa seluruh isi surat dibuat secara sadar dan tanpa tekanan pihak mana pun.

Meski demikian, menurut keterangan lain, Suzanna sebenarnya telah memberikan sejumlah aset kepada Kiki semasa hidup mulai dari uang tunai, deposito, hingga rumah tinggal. Hanya saja, surat wasiat resmi mengenai harta itu tak pernah diperlihatkan kepada siapa pun, termasuk kepada Kiki sendiri.

Mengutip laporan Nova.ID, hubungan antara Kiki Maria dan ayah tirinya, Clift Sangra, memang tidak harmonis. Perseteruan mereka sempat menjadi konsumsi publik pada tahun 2003 setelah Clift dinyatakan bersalah menembak suami Kiki, FX Abriyarso Boyoh, sebagaimana diberitakan Tribun Jabar.

Atas kasus tersebut, Clift dijatuhi hukuman empat bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Magelang. Sejak saat itu, hubungan keduanya memburuk hingga berujung pada perebutan warisan.

Ironisnya, di akhir kisah, Kiki Maria tak menerima sepeser pun warisan dari sang ibunda, ratu horor legendaris Indonesia Suzanna.

Posting Komentar

0 Komentar

aaaaa